Sabtu, 06 Juni 2020

ANTARA KITA DAN WAKTU


Susanto (Gus Cokro), Rimbo Ulu, 6 Juni 2020

Waktu merupakan salah satu nikmat Allah yang paling berharga yang dianugerahkan kepada para hamba-Nya.
Dalam Alquran disebutkan bahwa manusia itu akan mengalami kehancuran jika tidak memanfaatkan waktunya untuk kebaikan, sebagaimana firman Allah, “Dan demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS al-'Ashr [103]: 1-3).
Imam Fakhrurrazi dalam tafsirnya tentang surah al-'Ashr tersebut menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan al-'Ashr itu adalah waktu atau masa. Masa adalah sesuatu yang sifatnya sangat unik dan mengagumkan. Beragam kisah anak manusia terjadi silih berganti pada lintas generasi. Kualitas kehidupan seorang anak manusia sangat tergantung dari caranya memanfaatkan waktu. Hidupnya akan berarti dan bernilai jika ia dapat memaksimalkan peran waktu di kehidupannya. Sebaliknya, kerugian dan kegagalanlah yang akan diperoleh saat dia menyia-nyiakan waktu yang dilaluinya.
Rasulullah SAW dalam hadisnya menjelaskan tentang urgensi waktu sebagai berikut,  “Ada dua jenis nikmat yang sering kali dilalaikan kebanyakan orang, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” Kedua nikmat ini merupakan anugerah tak terhingga dari Allah SWT  yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Terkait interpretasi dari hadis ini, Ibnul Jauzi menjelaskan, terkadang seseorang berada dalam kondisi sehat tapi tidak mempunyai waktu luang akibat tersita oleh pekerjaan dan urusan duniawi lainnya.
Sebaliknya saat seseorang mempunyai waktu luang namun tetap tidak bisa memanfaatkannya karena kondisi kesehatannya yang buruk sehingga waktu luang pun akan berlalu dengan sia-sia. Dengan demikian, usia pada dasarnya tidaklah bernilai apa-apa dalam kehidupan ini, karena sebenarnya yang berharga itu adalah value dari pemanfaatan waktu. Value inilah yang akan membuat usia seseorang memiliki makna dan kualitas.
Seorang yang menyia-nyiakan puluhan tahun dari usianya, namun di saat-saat terakhirnya ia bertobat dan berbuat kebaikan maka kualitas usianya itu hanya di penghujung usianya saja. Ini menguatkan pernyataan dari ayat yang disebutkan sebelumnya. Menarik sekali pernyataan dari Imam Syafi'i yang mengatakan bahwa selama dia bergaul dengan para ahli sufi, hanya dua pernyataan yang selalu dia dengar dari mereka, yaitu “Waktu itu ibarat pedang, jika kau tidak membunuhnya (waktu) maka dialah yang akan membunuhmu.” Pernyataan lainnya, “Dan waktumu... jika tidak kau pergunakan untuk kebaikan maka dia akan menyibukkanmu dengan kejahatan.” Wallahu a'lam bish shawwab.


Selasa, 02 Juni 2020

WARISAN DAN PENINGGALAN DARI RAMADAN KEMARIN

WARISAN DAN PENINGGALAN DARI RAMADAN KEMARIN

Susanto (Gus Cokro ST)- Rimbo Ulu, 2 Juni 2020

Tamu agung itu telah pergi. Kita tidak tahu apakah tahun depan masih dipertemukan kembali atau tidak. Ya, bulan suci Ramadhan telah berlalu. Kini Syawal telah tiba. Harapan apa yang hendak diraih di bulan Syawal hingga bulan-bulan selanjutnya setelah kita digodok sebulan penuh di bulan Ramadhan? Kita tidak ingin nuansa Ramadhan menjadi pudar. Untuk itu, spirit Ramadhan mesti kita jaga dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita terlena kembali oleh hiruk-pikuk dunia sehingga melupakan apa yang sudah kita bangun pada bulan Ramadhan.

Kita masih ingat bagaimana menyambut Ramadhan dengan antusias. Pada siang hari menahan lapar dan haus  serta menjaga dari hal-hal buruk. Selama Ramadhan kita bersemangat ibadah Tarawih dan tadarus Alquran. Kita juga rela bangun pukul tiga dini hari untuk sahur. Apakah antusiasme dan keseriusan itu masih ada di bulan ini? Bulan suci Ramadhan memberikan tiga warisan penting yang perlu kita pegang erat-erat dalam keseharian kita. Pertama, Alquran. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran. Rasulullah SAW dan para sahabat memberikan teladannya. Mereka begitu rajin membaca Alquran hingga beberapa kali khatam. Kita juga di bulan Ramadhan melakukan tadarus setiap hari yang lain dari biasanya.

Kebiasaan ini selayaknya dipertahankan di bulan-bulan selanjutnya. Sebagai petunjuk, Alquran tidak hanya dibaca tetap juga diamalkan segala perintah serta larangan yang tertera di dalamnya. Firman Allah: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) ...” (QS al-Baqarah: 185).

Kedua, shalat. Pada bulan Ramadhan juga intensitas shalat begitu meningkat. Hal ini disebabkan semua amalan akan dilipatgandakan, sehingga memacu kita untuk melaksanakan shalat-shalat sunah. Paling tidak kita melaksanakan shalat sunah Tarawih sebelas rakaat ataupun 23 rakaat. Selayaknya amalan shalat sunah itu tetap dilakukan di bulan-bulan selanjutnya sebagai tanda keberhasilan kita di bulan Ramadhan

Ketiga, infak. Pada bulan Ramadhan, kita juga dengan mudah memberi, mulai dari yang sunah seperti berinfak, menyantuni fakir-miskin, memberi iftar, hingga yang wajib, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Kebiasaan memberi ini sepatutnya dipertahankan dan terus dilestarikan di bulan-bulan berikutnya.

Ketiga hal di atas merupakan warisan berharga dari bulan Ramadhan yang mesti kita jaga dan amalkan terus-menerus dari bulan ke bulan hingga Ramadhan datang kembali di tahun berikutnya. Maka, dengan demikian,  kita bisa mencapai predikat manusia fitri, yang berhasil mengimplementasikan spirit Ramadhan di setiap bulannya.

Bukan tidak mungkin apabila implementasi ini muncul dari kesadaran kolektif, kaum Muslim betul-betul mencapai umat terbaik (khairu ummah) dan umat terpilih (ummatan wasathan).

Hal ini senada dengan firman Allah SWT, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” (QS Fathir: 29).

Mudah-mudahan di bulan Syawal ini dan bulan-bulan berikutnya kita terus mengamalkan tiga warisan Ramadhan di atas.


@BloggerMahasiswa

@BloggerMahasiswaIndonesia

@MenulisSerempak

@SusantoTan


BARANG SIAPA SUNGGUH-SUNGGUH MENCARI ILMU, ALLAH AKAN MEMUDAHKAN JALAN MENUJU KESUKSESAN

BARANG SIAPA SUNGGUH-SUNGGUH MENCARI ILMU, ALLAH AKAN MEMUDAHKAN JALAN MENUJU KESUKSESAN

Rimbo Ulu, 2 Juli 2020

Susanto - Gus Cokro


BARANG SIAPA SUNGGUH-SUNGGUH MENCARI ILMU, ALLAH AKAN MEMUDAHKAN JALAN MENUJU KESUKSESAN

 

Setiap orang yang hidup di atas bumi menginginkan hidupnya selalu sukses. Hanya sedikit yang mampu mencapainya. Kebanyakan belum mencapai level tersebut. Jika demikian, ada satu pertanyaan besar, mengapa orang yang menginginkan kesuksesan belum kunjung juga mendapatkanya? Untuk pertanyaan ini, Nabi Muhammad SAW sudah memberikan jawabannya.

Rasulullah SAW mengatakan, “Man salaka thariqan yaltamisu fihi ilman sahhalallahu lahu thariqan ilal jannah (Barangsiapa berjalan (keluar) mencari ilmu, sesungguhnya Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga)." (Hadis riwayat Ibnu Majah dan Abu Dawud)

Hadis itu menguraikan, Rasulullah menyebut seseorang yang sedang berjalan untuk menuntut ilmu dengan kata “salaka”. Padahal, berjalan dalam bahasa Arab tidak hanya “salaka”, masih ada kata “masya”, “sara”, “safara”, atau “dzahaba”.

Pertanyaannya, mengapa kata “salaka” yang dipilih Nabi, bukan selainnya. Rupanya, kata-kata selain “salaka” hanya mempunyai arti utama berjalan. Perjalannya, terkadang, hanya untuk mencari kesenangan belaka. Mungkin, pembaca pernah mendengar, orang yang berjalan untuk mencari hiburan disebut dengan “tamasya”. Kata tersebut berasal dari kata “masya”.

Jika Nabi menggunakan kata ini, niscaya orang yang menuntut ilmu ini hanya akan mencari kesenangan belaka. Padahal, perjalanan mencari ilmu bukanlah untuk mencari kesenangan.

“Salaka” bermakna orang yang berjalan dengan tegap dan cepat serta dengan pandangan fokus ke tujuan yang diimpikan. Dalam hal menuntut ilmu, Nabi menginginkan agar “thalib al-ilm” benar-benar berjalan dengan tegap dan cepat, bukan berjalan dengan berleha-leha, apalagi merangkak.  Jika ia tidak fokus, ia akan berhenti di tengah perjalanan, bahkan akan kembali ke rumah-jika ada hambatan yang mengadang.

Dengan berjalan tegap dan cepat, dia sekarang berada di tengah-tengah perjalanan. Nabi mengingatkan orang ini agar perjalanannya diiringi dengan “yaltamisu”, berpegang (memegang). Dalam hal ini pula, Nabi menggunakan kata “yaltamisu”, bukan “yumsiku” atau “qabadha”.

Jika “Yumsiku” yang digunakan oleh Nabi maka orang ini hanya akan sekadar memegang. Sementara, “yaltamisu” memiliki makna memegang erat-erat atau kuat-kuat. Bak orang yang hendak hampir jatuh ke jurang, orang ini akan memegangi ranting dengan kuat. Jika tidak, pasti ia akan jatuh ke dalam jurang.

Begitu juga dengan orang yang menuntut ilmu. Ketika sudah berada di tengah-tengah perjalanan (salaka), ia juga berpegang kuat-kuat. Dalam konteks ini, dia harus memegang kuat niat yang ada di dalam jiwanya. Dia pun tidak akan berhenti di tengah jalan meski diadang seribu halangan.

Kata kunci selanjutnya dalam hadis Nabi di atas ialah “jannah” yang berarti surga. Surga merupakan gambaran dari suatu tempat yang di dalamnya penuh kenikmatan. Tiap orang yang menikmati fasilitasnya, tidak perlu lagi bekerja. Semua hal yang diinginkan sudah disediakan di dalamnya.

Surga dengan gambaran demikian baru bisa dinikmati oleh seseorang ketika sudah meninggal dunia. Lantas, apakah surga seperti itu jadi jaminan bagi penuntut ilmu? Nabi SAW sadar, penuntut ilmu hidup di atas bumi. Dia menginginkan kehidupannya mapan dan tercukupi segala kebutuhannya.

Oleh karenanya, surga (jannah) dalam hadis di atas hanya merupakan simbol. "Jannah” di atas bermakna kesuksesan. Orang yang sudah sukses, hidupnya penuh dengan kenikmatan. Segala kebutuhan hidupnya terpenuhi dengan baik.

Dengan demikian, makna dari hadis Nabi di atas ialah, “Barang siapa yang mengadakan perjalanan dengan sungguh-sungguh untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan untuk menuju kesuksesan.” Inilah jaminan kepada siapa saja yang sudah berilmu, hidupnya akan sukses. Tidaklah mungkin orang tersebut akan sengsara. Wallahu A’lam.


Jumat, 29 Mei 2020

KELAKAR #2 (PERBEDAAN NILAI Rp.5000)

KELAKAR #2

PERBEDAAN NILAI Rp.5000



Susanto

(Rimbo Ulu - Jambi, 29 Mei 2020)

Selesai sholat magrib dan selesai mengaji pak Kyai dan para murit melakukan dialog ringan sebagai penambah wawasan dan pengetahuan agama Islam, Pak Kyai memulai pembahasan yang mengherankan para muridnya:

Kyai                : Para muridku ada yang tahu kenapa nilai mata uang Rp.5000 itu bisa berbeda?

                          Ada yang tahu penyebabnya?

Murid  1          : Karna salah satu uangnya robek

Kyai                : Ya, Tapi ini uangnya sama bagus dan sama kondisinya.

Murid 2           : Yang satu di tabung yang satu di belanjakan pak Kyai.

Kyai                : Tidak, jika ditabungkan uangnya tetap dalam kondisi Rp.5.000 dan nilai uangnya tetap Rp5.000

Murid 3           :    Pasti pak Kyai salah baca kitab tebakannya.

Kayi                :    Hahahaha....

                            Saya belum punya kitab tebakan

Murid              :    Jadi kenapa bisa begitu pak Kyai?

Kyai                :    Baiklah, saya akan jawab sendiri pertanyaannya.

                            Jawabannya adalah uang tersebud disedekahkan oleh orang yang berbeda dengan kondisi ekonomi yang berbeda.

Murid              :    Bagaimana maksudnya pak Kyai?

Kyai                :    jadi begini ya, di dengerin bpk akan cerita. Semoga dari cerita bapak nanti bisa jadi ilmu yang berkah dan memperjelas jawaban bpk tadi.

                            Di desa A, ada Tuan C dan Bpk D. Tuan C adalah saudagar kaya dengan rumah mewah, sawah yang luas dan perkebunan yang cukup luas dengan jumlah kendaraan mewah yang berjajar di garasinya antara 3 – 5 unit mobil. Penghasilan Tuan C perhari bisa rata-rata Rp.5.000.000.

Bapak D adalah kepala rumah tangga sederhana, peerjaannya hanyalah buruh tani di sawah milik tuan C. Kehidupannya cukup sederhana dengan rumah sederhana dan satu-satunya alat transportasinya adalah sepeda gunung (Sepeda ontel). Dari pekerjaan bpk D biasanya ia diberi upah harian sebesar Rp.25.000/ hari inipun karena bpk D menggarap cukup luas sawah Tuan C sehingga waktu Bpk D mulai pagi dan sore baru pulang.

Pada hari jum’at Tuan C dan Bpk D biasa bertemu di masjid untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim dan pada hari itu diketahuilah bahwa Tuan C dan Bpk D sama-sama mengisi infak sebesar Rp.5.000.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, Tuan C mengalami musibah kecelakaan dan ia harus menanggung biaya pengobatan untuk keluarganya dan keluarga orang yang di tabraknya, dan juga memberi santunan untuk keluarga korban karna salah satunya meninggal dunia.

Syukurnya, Tuan C tergolong orang yang kuat ibadahnya. Ditengah cobaan beliau masih tetap taat menjalankan sholat, dan seperti biasa pada jum’at-jum’at sebelumnya bertemulah kembali Tuan C dan Bpk D di masjid untuk sholat jum’at. Biasanya mereka akan emasukkan  infak sebesar Rp.5.000, tapi kali ini Tuan C tidak memasukkan infakny, ia hanya mendorong kotak infak yang sampai pada dirinya. Berbeda dengan Bpk D yang tetap memasukkan infaknya Rp.5.000. dan hal itu diketahui oleh Tuan C, sehingga setelah sholat jum’at Bpk D dipanggil oleh Tuan C dan ditanya : “Bpk D saya lihat setiap jum’at bpk selalu mengisi infak sebesar Rp.5.000, apa bpk tidak merasa keberatan? Bukankah upah bapak cuman Rp.25.000 / hari?

Bpk D hanya tersebum dan menjawab : “ jangan di omong-omongin atuh tuan, nanti saya sombong, saya takut dosa”.

Tapi saya mau tahu, apa bpk tidak merasa keberatan? Timpal Tuan C lagi untuk mengetahui jawaban Bpk D, dan akhirnya Bpk D memberikan jawaban agar Tuan C bisa lega dan tidak penasaran, “tentu tidak keberatan Tuan, itukan tabungan kita untuk di akhirat. Kebutuhan lainnya mah serahkan kepada Allah, biar Gusti Allah yang ngatur. Buktinya Allah berikan kemudahan rejeki untuk saya melalui tangan dan sawah Tuan yang saya garab. Saya mah cuman bisa infak segitu Tuan, beda atuh sama Tuan klo infak mestinya ya Tuan uang sebesar itu apa artinya ngak ada seujung kuku dari penghasilan Tuan. Pokoknya Tuan mah orang hebat, saya bersyukur bisa punya majikan seperti tuan”. Setelah memberi jawaban Bpk D berpamitan karna akan meneruskan pekerjaannya di sawak.

Tuan C tertegun melihat kepergian Bpk D yang sudah menggunakan motor, tapi tetap santun dan selalu ceria jika menemui majikannya dan juga ramah terhadap orang disekelilingnya. Jawaban Bpk D terus terngiang ditelinga Tuan C, ia merasa malu pada Allah yang sudah menitipkan banyak harta untuknya tapi untuk infak saja berhenti ketika sedang di coba, sedangkan Bpk D tetap istiqomah dengan kebiasaan infaknya walaupun penghasilannya jauh dibawahnya.

Nah, murid-murid sudah tahu belum. Kenapa uang Rp.5.000 bisa berbeda nilainya?

Murid              :    Sudah Pak Kyai

Kyai                :    Ayo, coba jelaskan sedikit.

Murid              :    Bapak D nilai infak Rp.5.000 nya lebih tinggi dari pada nilai infak Tuan C yang Rp.5.000

                            Karena Tuan C penghasilannya jauh lebih besar dari pada Bpk D, sehingga nilai infak Tuan C ternilai lebih kecil.

Kyai                :   Baik, di ingat ya. Nilai mata uang yang kita berikan di jalan Allah semuanya baik dan diterima. Namun jika kita ambil pertimbangan tentu yang penghasilannya besar sewajarnya infak atau sedekahnya juga lebih besar.

 

 

Demikian Kelakar #2 kali ini sahabat-sahabatku, semoga bisa menajadi masukan dan pengingat terutama bagi penulis yang masih bahil. Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang yang dermawan dan ahli sodakoh. Amin.


Rabu, 27 Mei 2020

日本語 (だい 一) BAHASA JEPANG (PELAJARAN 1) HURUF


日本語 (だい 一)
BAHASA JEPANG (PELAJARAN 1)
HURUF


(Susanto - Rimbo Ulu, 27 Mei 2020)

Biasanya dalam pelajaran bahasa Jepang, pelajaran pertama selalu membahas tentang salam. Tapi kali ini saya akan menyajikan dengan urutan yang sedikit berbeda, yaitu dengan plajaran awal adalah huruf.
Huruf dalam bahasa Jepang ada 3 jenis yaitu:
1.      Kanji
Menurut sejarah Jepang, kebudayaan Jepang yang ada pada saat ini merupakan turunan dari bangsa Cina, dimana budaya Cina dibawa oleh para pedagang yang datang ke daratan Jepang sehingga banyak budaya Cina dan Jepang hampir sama. Salah satu dari sekian banyak yang dibawa dari Cina ke Jepang adalah huruf kanji. Seperti kita tahu huruf kanji Cina dan Jepang memiliki arti yang sama, meskipun cara menyebutkannya yang berbeda.
Contoh:

Huruf                     Arti                Cina                 Jepang
                         Orang              Ren                   Jin

Ada yang bilang huruf kanji jumlahnya tidak terhingga, ada pula yang menyatakan bahwa huruf kanji yang digunakan saat ini sekitar 18.000 an huruf. Pastinya huruf kanji ada banyak sekali.
Berikut ini saya akan bagikan beberapa huruf kanji beserta artinya:

Huruf Kanji             Artinya                Huruf Kanji        Artinya
                         saya                                              Minggu     
                        Bulan                                              Pohon
山                      Gunung                                         Sungai
                        Sawah                                           Orang
                         Mulut                                            Mobil
                         Gerbang                                        Api
                         Air                                                 Emas
                         Tambang                                      Anak
                         Perempuan                                   Belajar
                         Atas                                              Bawah         

2.      Hiragana
Hiragana adalah huruf jepang yang digunakan untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang, seperti:
a.    Menyebutkan negara Jepang
Negara Jepang dituliskan dengan huruf hiragana (にほん =  Jepang) meskipun nama negara Jepang bias ditulis dengan huruf kanji (日本 = Jepang).

b.    Memanggil atau menyebutkan nama orang Jepang
Nama-nama orang Jepang asli harus ditulis dengan huruf hiragana, berikut contohnya:
Tanaka                      たなか
Himura                      ひむら
Suzuka                      すずか
Katsumoto                かつもと                               
Nagamura                 ながむら

c.    Menyebutkan kota-kota dan  wilayah negara Jepang
Selain nama orang Jepang, nama-nama kota atau wilayah di Negara Jepang juga harus ditulis dengan tulisan Hiragana, contohnya seperti berikut:
Tokyo                        ときょ
Yokohama                よこはま
Osaka                        おさか
Kyoto                        きょと
Nagasaki                   ながさき

d.    Menyebutan kosa kata yang asli dari Jepang
Nah kosa kata asli dari Jepang juga harus ditulis dengan huruf Hiragana ya, kemudian apa beda kosa kata asli Jepang dengan yang bukan. Contoh yang bukan asli dari kosa kata Jepang antara lain: Zero = Nol, Rajio = Radio, Tepu recoda = Tipy Recorder, dan masih banyak lagi kosa kata yang diambil dari bahasa asing seperti bahasa Inggris.
Berikut ini contoh kosa kata yang asli dari Jepang:
Arti                           Romaji                         Hiragana
Apa                           nan                              なん
Salam                        Aisatsu                        あいさつ
Ohayou                     Selamat pagi               おはよう
Ogenki                      Baik                             おげんき
Doumo                      Terima Kasih              どうも

Huruf Hiragana itu sendiri ada 103 huruf dan memiliki 45 huruf utama, berikut adalah huruf Hiragana:

A       I        U       E       O                KA    KI     KU    KE    KO
                                                            
SA     SHI   SU     SE     SO              TA    CHI  TSU  TE    TO
                                                            
NA    NI     NU    NE    NO             HA    HI     FU     HE    HO
                                                            
MA   MI     MU   ME   MO
                         
YA              YU              YO             RA    RI     RU    RE    RO
                                                                     
WA                                                   N
                                                          

GA    GI     GU    GE    GO              ZA    ZI/JI ZU    ZE    ZO
                                                            
DA    JI/ZI ZU    DE    DO             BA    BI      BU    BE    BO
                                                            
PA     PI      PU     PE     PO
                         

KYA           KYU           KYO          SHA/SYA      SHU/SYU   SHO/SYO
きゃ           きゅ           きょ           しゃ           しゅ           しょ
CHA/TYA  CHU/TYU CHO/TYO NYA           NYU           NYO
ちゃ           ちゅ           ちょ           にゃ           にゅ           にょ
HYA           HYU           HYO          MYA          MYU          MYO
ひゃ           ひゅ           ひょ           みゃ           みゅ           みょ
RYA           RYU           RYO
りゃ           りゅ           りょ 

GYA           GYU           GYO          JA/ZYA     JU/ZYU     JO/ZYO
ぎゃ           ぎゅ           ぎょ           じゃ           じゅ           じょ 
BYA           BYU           BYO           PYA           PYU           PYO
びゃ           びゅ           びょ           ぴゃ           ぴゅ           ぴょ 


3.      Katakana
Huruf katakana adalah huruf yang digunakan untuk menuliskan segala hal yang bukan berasal dari bahasa dan bangsa Jepang, contoh:
Rajio                                 ラジオ
Robert Sutrisno                ロベルツ スツリスノ
Ahmad Sanusi                  アフマヅ サヌシ
Kamera                             カメラ
Terebi                               テレビ

Berikut ini adalah 103 huruf katakana dalam Bahasa Jepang:

A       I        U       E       O                KA    KI     KU    KE    KO
                                                       
SA     SHI   SU     SE     SO              TA    CHI  TSU  TE    TO
                                                            
NA    NI     NU    NE    NO             HA    HI     FU     HE    HO
                                                            
MA   MI     MU   ME   MO
                         
YA              YU              YO             RA    RI     RU    RE    RO
                                                                     
WA                                                   N
                                                     

GA    GI     GU    GE    GO              ZA    ZI/JI ZU    ZE    ZO
                                                       
DA    JI/ZI ZU    DE    DO             BA    BI      BU    BE    BO
                                                       
PA     PI      PU     PE     PO
                    

KYA           KYU           KYO          SHA/SYA      SHU/SYU   SHO/SYO
キャ           キュ           キョ           シャ           シュ           ショ
CHA/TYA  CHU/TYU CHO/TYO NYA           NYU           NYO
チャ           チュ           チョ           ニャ           ニュ           ニョ
HYA           HYU           HYO          MYA          MYU          MYO
ヒャ           ヒュ           ヒョ           ミャ           ミュ           ミョ 
RYA           RYU           RYO
リャ           リュ           リョ 

GYA           GYU           GYO          JA/ZYA     JU/ZYU     JO/ZYO
ギャ           ギュ           ギョ           ジャ           ジュ           ジョ
BYA           BYU           BYO           PYA           PYU           PYO
ビャ           ビュ           ビョ           ピャ           ピュ           ピョ 

Dapat kita simpulkan bahwa huruf jenis Hiragana dan Katakana sama-sama memiliki 103 huruf dimana didalamnya memiliki 45 huruf utama yaitu pada huruf :
A              I           U         E          O
KA           KI        KU      KE       KO
SA            SHI     SU       SE       SO
TA            CHI     TSU     TE       TO
NA           NI        NU      NE       NO
HA           HI        FU       HE       HO
MA           MI       MU      ME      MO
YA                       YU                  YO
RA           RI        RU      RE       RO
W
N

Jika kita sudah menghafal ke 45 huruf utama ini bias dipastikan kita bias menulis 103 huruf Hiragana atau katakana.
Namun selain tiga huruf diatas sebenarnya dalam bahasa Jepang kita akan menggunakan 2 jenis huruf lainnya, yaitu:
1.      Romaji
Huruf romaji adalah huruf yang sama yang kita kenal selama ini, yaitu huruf dari A – Z dimana biasanya kita gunakan untuk menulis terjemahan atau cara bacanya.

2.      Fukana
Fukana adalah huruf hiragana atau katakana yang terletak diatas huruf kanji dengan penulisannya lebih kecil. Huruf fukana dituliskan dengan tujuan agar pembaca yang tidak dapat memahami kanji masih bias membaca dari huruf fukana (Hiragana atau Katakana) yang ada di atas huruf kanji tersebut.
Berikut contohnya:

やま

Demikian pelajaran kita kali ini, semoga pelajaran pertama dalam bahasa Jepang ini dapat membantu teman-teman untuk mengenal huruf yang digunakan oleh bangsa Jepang.