Minggu, 01 Agustus 2021

Ayo Vaksin

 

AYO VAKSIN
Penulis : Susanto

Gambar : Virus
(Sumber: Kompas.Com)

Sudah satu setengah tahun kita memasuki masa pandemi covid-19, sudah banyak strategi yang dilakukan oleh pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia, mulai dari sosialisasi, pemberian bantuan, samapai dengan vaksinasi.

Namun sudahkah program ini berjalan dengan baik?

Tentu semua ada proses dan ada kendala dalam pelaksanaannya, kontroversi diiringi berita bohong yang terus muncul ditambah dengan oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Mungkin bisa kita ingat dari awal pandemi ada fenomena masker mahal hingga Rp.20.000/ masker disertai penimbunan masker oleh pihak tertentu, diperjalanan pemberian bantuan juga sama. Mulai dari tersandungnya kasus korupsi oleh mentri sosial ternyata ada pungli yang berjalan ditengah masyarakat dengan banyak dalil sebagai sambung tangan pemerintah, meskipun itu hanya dilakukan oleh oknum-oknum saja.

Vaksinasi juga sama, mulai dari berita bohong yang disebar kemudian menjadi sebuah doktrin yang mendarah daging pada masayrakat tertentu mengakibatkan masyarakat enggan melakukan vaksinasi, padahal pemerintah sudah mengupayakan solusi pencegahan virus covid di Indonesia. Strategi jitu mulai dikembangkan dengan pembatasan masyarat atau PPKM dibeberapa momen penting atau perayaan keagamaan juga tidak luput dari oknum, mulai dari munculnya surat keterangan swab anti gane palsu sampai pungli yang digunakan untuk meloloskan masyarakat yang bepergian tanpa menggunakan surat swab anti gane.

Itulah kita, yang hidup dari kemerdekaan yang diupaya dari tekat yang kuat sehingga mewariskan tekat yang terlalu menggebu-gebu sehingga kita lupa bahwa kita hanya manusia biasa yang tidak akan luput dari cobaan salah satunya cobaan sakit atau terkena virus covid-19.

Coba baca kembali sejarah perjuangan Indonesia apakah hanya dengan bambu runcing dan sekali serang kita merdeka?

Tidak...!

Leluhur kita berjuang dengan semuanya dengan mengorbankan banyak hal dan tidak sedikit korban berjatuhan. Begitulah upaya leluhur kita pada saat berjuang melawan penjajah hingga kita bisa merdeka.

Jika demikian kenapa tekad dan semangat juang tersebut tidak kita tumbuhkan untuk untuk melawan covid-19 secara bersama-sama hingga kita dapat bangkit, bangkit dari keterpurukan ekonomi, mental dan intlektual kita. Bukannya pemerintah sudah menerapkan anjuran untuk vaksinasi? Bukankan MUI dan lembaga keagamaan lain sudah menyatakan vaksin boleh dilakukan? Coba kaji kembali tentang bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha dan berjuang dalam menghadapi wabah penyakit.

Benar jaman Rasulullah dan Sahabatnya mungkin tidak ada vaksin, tapi bukankan Islam tetap mengajarkan untuk berusaha dalam menghadapi wabah dan bukan hanya pasrah kepada takdir Allah SWT. Saya sangat yakin Allah dan Rasulullah lebih menyukai umatnya yang berjuang bukan hanya diam dan pasrah saja.

Jika dilihat dari sejarah yang dituliskan secara umum vaksin memang ditemukan oleh Edward Jenner (Dokter dari Inggris). Ditemukan di Berkeley pada tahun 1798, dikala itu vaksin yang ditemukan untuk mencegah penyakit cacar pada manusia. Dalam konteks ini beberapa golongan mengarah pada penemu vaksin yang notabanenya bukan seorang muslin, namun wajibkah yang menemukan harus umat Islam? (saya tidak berani membahas lebih jauh, mengingat kemampuan saya yang jauh sangat minim dalam ilmu Islam. Saya hanya membahas sebatas logika saya, mohon dimaklumi dan dikaji kembali. Boleh memberikan masukan dikolom komentar agar saya dapat belajar lebih jauh).

Secara keilmuan vaksinasi berarti langkah preventif atau pencegahan agar imunitas tubuh bertambah dan menjadi kebal dari penularan penyakit. Inilah yang dianjurkan dalam Islam bahwa “addaf’u aula minarraf’i”, mencegah lebih baik dari mengobati. Sebagaimana diketahui kebanyakan hadits Nabi Muhammad SAW tentang medis di masa awal merupakan kedokteran preventif (al-thibb al- wiqâi) ketimbang kedokteran penyembuhan (al-thibb al-‘ilaji). 

Semoga tulisan ini dapat membangun rasa kepedulian kita dalam mensukseskan program vaksinasi, dan mohon maaf jika terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam penyampaiannya. Kepada para pembaca saya mohon maaf kepada Allah saya berlindung dan memohon ampunan. Amin.

Semoga kita selalu diberi kesehatan dan ditambahkan pengetahuan oleh Allah SWT agar kita dapat diselamatkan mulai dari dunia ini hingga kelak diakhirat hingga kita kelak dikumpulkan di Surganya Allah.Amin

 

Tetap Istiqomah dalam beribadah dan berihtiar dengan prokes yang diindahkan oleh pemerintah.