Kamis, 27 Agustus 2020

SIFAT KEGIATAN KEPENEGAKAN

 



SIFAT KEGIATAN KEPENEGAKAN

 

Sifat umum yang dimiliki Pramuka Penegak adalah semangat juang yang tinggi, idealisme, kemauan yang kuat, percaya diri, mencari jati diri, kreatif dan peduli terhadap lingkungan masyarakat, serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya.

Mengingat sifat umum tersebut maka sifat kegiatan Kepenegakan secara umum masih memerlukan bimbingan orang dewasa dengan motto dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak di bawah tanggungjawab orang dewasa.

Bentuk kegiatan Kepenegakan meliputi:

1.       Bina Diri

Bina diri merupakan upaya peningkatan kemampuan jiwa dan keterampilan dengan cara menuntut ilmu pengetahuan.

 

2.       Bina Satuan

Bina satuan merupakan upaya terus menerus mengabdikan diri pada perindukan Siaga atau pasukan Penggalang dalam keterampilan khusus atau inovatif.

 

3.       Bina Masyarakat

Bina masyarakat merupakan upaya dan semangat untuk menjadi penyuluh dan pelopor pembangunan di masyarakatnya.

 

ORGANISASI KEPENEGAKAN

1.       Ambalan Penegak

a.       Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12-32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut Sangga.

b.       Ambalan Penegak menggunakan nama dan lambang yang dipilih mereka sesuai aspirasinya dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan ambalan.

c.       Sangga

1)      Sangga adalah kelompok belajar interaktif teman sebaya usia antara 16-20 tahun yang disebut Pramuka Penegak.

2)      Jumlah anggota sangga yang terbaik adalah 4-8 Pramuka Penegak.

3)      Pembentukan sangga dilakukan oleh para Pramuka Penegak sendiri.

4)      Nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas dan Pelaksana atau dipilih nama lain sesuai aspirasi mereka. Nama tersebut merupakan identitas sangga dan mengandung kiasan dasar yang dapat memberikan motivasi kehidupan sangga.

d.       Untuk melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan, Ambalan Penegak dapat membentuk Sangga Kerja yang anggotanya terdiri atas anggota-anggota sangga yang ada, jumlah anggota disesuaikan dengan beban kerja atau tugas yang diemban.

e.       Sangga Kerja bersifat sementara sampai tugas atau pekerjaan selesai dilaksanakan.

f.        Setiap ambalan dipimpin oleh seorang Pradana yang dipilih dari musyawarah anggota Ambalan. Karena masa Penegak adalah masa dimana seorang remaja sudah bermasyarakat maka susunan organisasi Ambalannya pun sama dengan susunan organisasi yang terdapat di masyarakat pada umumnya. Di dalam organisasi Ambalan terdapat Dewan Ambalan Penegak yang disebut Dewan Penegak dan Dewan Kehormatan.

 

Dalam hal ini pangkalan SMA Negeri 9 Tebo memiliki dua ambalan yang diberi nama Ambalan Laskar Rimba dan Laskar Mayang Mangurai.

 

2.     Dewan Ambalan Penegak (Dewan Penegak)

Dewan Penegak, terdiri atas:

a.      Ketua yang disebut Pradana;

b.     Sekretaris yang disebut Kerani;

c.      Bendahara yang mengatur keuangan dan harta benda milik Ambalan;

d.     Pemangku adat yakni pemimpin tata-cara adat Ambalan, pada hakekatnya adalah penjaga Kode Etik Ambalan;

e.      Beberapa orang anggota.

Pembina Pramuka Penegak dan Pembantu Pembina Pramuka Penegak tidak masuk dalam Dewan Ambalan. Pembina Ambalan bertindak sebagai penasehat, pendorong, pengarah, pembimbing dan mempunyai hak dalam mengambil keputusan terakhir.

 

Dewan Penegak bertugas :

a.       Merancang dan melaksanakan program kegiatan.

b.       Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

c.       Merekrut anggota baru.

d.       Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga.

 

3.     Dewan Kehormatan Penegak

a.        Untuk mengembangkan kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri atas para anggota Ambalan yang sudah dilantik dan diketuai oleh Pemangku adat.

b.       Tugas Dewan Kehormatan Penegak adalah untuk menentukan:

1)      Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode kehormatan

2)      Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak

3)      Rehabilitasi anggota Ambalan Penegak

c.      Dalam Dewan Kehormatan Penegak, pembina bertindak sebagai penasehat.

d.      Pertemuan Dewan Kehormatan Penegak bersifat formal.

1.       Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang akan dibicarakan diumumkan.

2.   Peserta yang hadir menggunakan





Sumber Rujukan : Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 Tentang Panuan Penyelesaian SKU Golongan Penegak 

KIASAN DASAR PRAMUKA PENEGAK

 


KIASAN DASAR PRAMUKA PENEGAK

 

Pembinaan  Pramuka golongan Penegak merupakan tahapan pembinaan setelah golongan  Pramuka golongan Penggalang. Jika pada anggota gerakan pramuka golongan Penggalang dikiaskan sebagai masa pemuda menggalang persatuan bangsa, maka Penegak dikiaskan sebagai masa pemuda menegakkan kemerdekaan bangsa.

Pemberian nama golongan pembinaan kepramukaan sesuai penggolongan usia peserta didik, mengadaptasi proses panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya meraih kemerdekaan. Kepanduan Indonesia merupakan sejarah perjuangan bangsa dalam upaya meraih kemerdekaan. Dimulai ketika bangsa Indonesia mensiagakan kemerdekaan yang diambil dari peristiwa Budi Utomo, pada tanggal 20 Mei 1908.

Masa mensiagakan kemerdekaan bangsa ini menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Siaga yaitu peserta didik usia 7-10 tahun. Kemudian bangsa Indonesia menggalang persatuan untuk kemerdekaan, yang ditandai dari peristiwa  Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Setelah berhasil menggalang persatuan, maka bangsa Indonesia telah siap untuk menegakkan kemerdekaan yang ditandai dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Agustus 1945. Masa keberhasilan menggalang persatuan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Penggalang yaitu peserta didik usia 11-15 tahun, dan masa kesiapan menegakkan kemerdekaan menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Penegak yaitu peserta didik usia 16-20 tahun. Proses akhir dari sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah mengisi kemerdekaan dengan memandegani (memprakarsai/memelopori) pembangunan bangsa. Masa mempelopori pengisian kemerdekaan dan pembangunan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Pandega yaitu peserta didik usia 21-25 tahun.

Satuan terkecil dalam  Pramuka golongan Penegak disebut Sangga, terdiri dari 6 sampai dengan 8 orang. Arti kata Sangga adalah “gubug” atau rumah kecil tempat penggarap  sawah.  Nama Sangga disusun sesuai dengan kiasan dasar yakni: Sangga Perintis, Sangga Penegas, Sangga Pencoba, Sangga Pendobrak, Sangga Pelaksana. Perintis mengandung pengertian perintisan (menjadi pembuka/pelopor) dalam kebajikan. Penegas mengandung pengertian kemampuan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana. Pencoba mengandung pengertian keberanian mencoba segala sesuatu yang positif. Pendobrak mengandung pengertian keberanian mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran. Pelaksana mengandung pengertian keberanian melaksanakan sesuatu tugas dengan penuh tanggung jawab. Nama Sangga dipilih dan diambil dari cerminan sifat-sifat baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota Sangga tersebut. Pemimpin Sangga dan Wakil Pemimpin Sangga dipilih berdasarkan musyawarah Sangga.

Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12 – 32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3 sampai 4 sangga. Arti kata Ambalan berasal dari bahasa Jawa ambal-ambalan, yakni kegiatan yang dilakukan terus menerus. Ambalan juga disebut sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan. Nama Ambalan Penegak biasanya diambil dari nama-nama pahlawan. Namun demikian tidak menutup kemungkinan nama Ambalan juga diambil dari nama-nama tokoh, kerajaan dalam pewayangan atau legenda. Dalam pemilihan nama diambil yang terbaik menurut anggota Ambalan, sehingga memiliki makna dan kebanggaan bagi seluruh anggota Ambalan.

Tingkat kecakapan umum Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain dengan warna dasar hijau tua. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman atau logam berwarna kuning emas. Berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua dengan panjang sisi 5 cm, sisi atas 4 cm dan panjang kaki miring kiri dan kanan masing-masing 7,5 cm, didalamnya terdapat gambar bintang sudut lima di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan arah dan di bawah tunas kelapa terdapat tulisan BANTARA atau LAKSANA.

Bintang bersudut lima mempunyai arti bahwa Pramuka Penegak bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa dan bermoral Pancasila.

Tunas kelapa yang berlawanan arah mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka Penegak putra dan putri yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, sosial dan mahluk Tuhan menuju cita-cita bangsa.

Tanda di pundak mengibaratkan tanggungjawab yang tidak ringan yang harus dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan Negara.

Bantara mengandung pengertian kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila. Calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam memimpin.

Laksana mengandung arti pemimpin muda yang sudah sanggup mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggungjawab yang lebih besar.

 

 

Sumber Rujukan : Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 Tentang Panuan Penyelesaian SKU Golongan Penegak

FILOSOFI PRAMUKA PENEGAK

 


Menurut teori perkembangan, pada usia remaja terdapat tiga tahapan perkembangan secara berurutan yaitu remaja awal, remaja madya dan remaja akhir (Kimmel, 1995:16). Hal semacam ini bisa kita samakan sebagaimana yang dalam bahasa Inonesia yaitu beranjak remaja, remaja dan juga beranjak dewasa.

Pada tahapan remaja awal, tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya adalah pada penerimaan terhadap keadaan fisik  dirinya dan menggunakan tubuhnya secara efektif. Remaja pada usia tersebut mengalami perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh yang meliputi tinggi badan, berat badan, organ tubuh, dan perubahan bentuk fisik. Ini yang kemudian menimbulkan perubahan prilaku dari masa puberitas menuju beranjak remaja.

Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16–20 tahun yang perkembangannya berada pada tahapan pertama dan kedua yaitu remaja awal dan remaja madya atau kita kenal dengan beranjak remaja dan remaja. Pada masa inilah ibutuhkan pendampingan yang berbeda dari pembimbingan diusia sebelumnya yang masih harus diperintah atau disuruh untuk melakukan sesuatu.

Pada tahapan remaja madya, tugas perkembangan yang utama adalah mencapai idealisme dan kemandirian, kebebasan dari orang tua, memperluas hubungan dengan kelompok sebaya. Pada tahapan ini, remaja mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan, belajar menangani hubungan interaksi dengan lawan jenis. Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan dasar bagi Pembina untuk mempersiapkan bahan, metode dan cara pendekatan yang tepat, sehingga mudah untuk memahami karakter masing- masing remaja.

Pembinaan Pramuka Penegak dilakukan secara pribadi sehingga tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka sekaligus juga turut mempertimbangkan perkembangan jiwanya.



Sumber Rujukan : Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 Tentang Panuan Penyelesaian SKU Golongan Penegak 


KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 199 TAHUN 2011 TENTANG PANDUAN PENYELESAIAN SYARAT KECAKAPAN UMUM

 




  

                  KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KEPUTUSAN

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 199 TAHUN 2011

TENTANG

PANDUAN PENYELESAIAN SYARAT KECAKAPAN UMUM

 

Ketua kwartir nasional Gerakan Pramuka,

Menimbang           : a. bahwa untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, pendidikan terhadap anggota muda harus dilaksanakan secara efektif dan efisien dan didukung dengan kurikulum pendidkan yang berkualitas.

b. bahwa Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang merupakan kurikulum pendidikan anggota muda yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional nomor: 088/KN/74 tahun 1974 telah disempurnakan disesuaikan dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Anggoran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta Rencana Strategik Gerakan Pramuka tahun 2009-2014.

c. bahwa untuk membantu kelancaran proses pendidikan di lapangan perlu dikeluarkan Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional.

 

Mengingat              : 1. Undang-undang No : 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka

2.   Keputusan Presiden RI Nomor : 24 tahun 2009 tentang pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

3.   Keputusan Ketua kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor : 203 tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

4.   Rencana Strategik Gerakan Pramuka tahun 2009-2014

5.   Keputusan Kwartir Nasional nomor; 198 Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat Kecakapan Umum.

 

Memperhatikan        : 1. Hasil Lokakarya Panduan Penyelesaian SKU

2. Arahan Pimpinan Kwarnas

 

MEMUTUSKAN

Menetapkan          :

Pertama               : Menetapkan Panduan Penyelesainan Syarat Kecakapan Umum (SKU) sebagaimana terlampir pada surat keputusan ini sebagai acuan bagi Pembina Pramuka di lapangan, terdira atas;

1.   Panduan Penyelesainan SKU Golongan Pramuka Siaga, tercantum pada lampiran I

2.   Panduan  Penyelesainan  SKU   Golongan  Pramuka  Penggalang, tercantum pada lampiran II

3.   Panduan Penyelesainan SKU  Pramuka golongan Penegak, tercantum pada lampiran III

4.   Panduan Penyelesainan SKU Golongan Pramuka Pandega, tercantum pada lampiran IV

 

Kedua                      : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

Apabila  ternyata  terdapat  kekeliruan  dalam keputusan ini,   akan diadakan pembetulan sebagaiman mestinya

 

Ditetapkan di       : Jakarta

Pada tanggal        : 28 Oktober 2011

 

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua,



Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH

 














Sumber :Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 Tentang Panuan Penyelesaian SKU Golongan Penegak 

Kamis, 20 Agustus 2020

KUNI  (くに)

 

KUNI 

(くに)

 

Tango (Kosa Kata)

Kosa Kata

Romaji

Kana

India

Indo

インド

Indonesia

Indoneshia

インドネシア

Malaysia

Mareshia

マレシア

Jepang

Nihon

にほん

Thailan

Tai

タイ

Philipina

Firipin

フィリピン

Cina

Chuugoku

ちゅうごく

Korea

Kankoku

かんこく

Inggris

Igirisu

イギリス

Amerika

Amerika

アメリカ

Dari

Kara

から

Dimana/ mana

Doko

どこ

Silahkan duduk

Suwatte kudasai

すわって ください

Datang

Kimashita

きました

Selamat datang

Irasshai

いらっしゃい

Tidak tahu

Shirimasen

しりません

Jalan

Dori

どり

Maaf

Gomennasai

ごめんあさい

Tolong

Onegaishimasu

おねがいします

Alamat

Juusho

じゅうしょ

Bukan/ Salah

Chigaimasu

ちがいます

Selamat datang

Irasai

いらさい

 

Contoh:

Anton adalah orang indonesia

Antonsan wa Indoneshia jin desu

          アントンさん は インドネシアじん です。

 

Negaramu dimana?

Anata no kuni wa doko desuka?

あなた の くに どこ ですか?

 

          Kamu datang dari mana?

          Anata wa doko kara kimashitaka?

          あなた は どこ から きましたか?

 

Saya datang dari Cina

Watashi wa Chuugoku kara kimashita

わたし は ちゅうごく から きました